SUBTANSI AKAD AS-SULHU SEBAGAI INDUK PENYELESAIAN SENGKETA DALAM MU’AMALAH MENURUT IMAM JALALUDIN AS-SUYUTI

  • Ahmad Muflikhudin
Keywords: Muamalah, Akad As-Sulhu Dan Imam Jalaludin As-Suyuti

Abstract

Dalam permasalahan mu’amalah di dalam islam tidak lepas dari hubungan sosial. Karena dengan adanya hubungan sosial kita bisa mendapatkan keuntungan atau kesuksesaan dalam bermu’amalah, selanjutnya dalam interaksi  sosial suatu saat akan terjadi persengketaan. Dalam penyelesain kasus persengketaan ada yang lewat pengadilan (litigas),dan juga ada yang diselesaikan secara damai (diluar pengadilan) atau non litigasi. Didalam hukum ekonomi islam, menyelesaikan permasalahan diluar pengadilan di istilahkan dengan tahkim dan as-sulhu. Kata lainAs-sulhu kalau dalam undang-undang disebut dengan istilah negosiasi.Secara garis besar as-sulhu terbagi menjadi dua yaitu; sulhu al-hathitah yaitu akad al-sulhu dengan cara mengambil sebagian barang yang di persengketakan, dan al-sulhu al-mu’awadhah yaitu akad al-sulhu dengan cara mengganti barang yang di persengketakan, al-sulhu ini hukumnya seperti jual beli.Menurut imam jalaludin as-suyuti dalam kitab asbah wanadhoir dijelaskan bahwa kandungan as-sulhu (negosiasi) ternyata bisa mencakup beberapa istilah akad muamalah.as-sulhu bisa menyakup jual beli, bisa menyakup sewa menyewa, bisa menyakup hutang piutang dll.Selanjutnya didalam kitab tausyeh ‘ala ibnu qosim di jelaskan bahwa al-sulhu merupakan induk dari pada beberapa hukum hususnya hukum muamalah artinya bisa mengandung akad-akad muamaalh yang lainya.

References

Abdurrahman bin Kamaluddin Abu Bakr bin Muhammad bin Sabiquddin, Jalaluddin al-Misri as-Suyuthi, asbah wana dhoir.(Bairrut; ad-darul kutub al-islamiyah)
.
MuhammadAbi Abdullah bin Qasim As-Syafii, Tausyih ala Ibnu Qasim.( Bairrut; ad-darul kutub al-islamiyah).

Hosen Dr. H.M Nadratuzzaman & AM Hasan Ali, MA Sistem Jaminan Halal pada Bank Syariah.

H. Taufiq, mantan hakim agung Lihat Draft KHES yang disosialisasikan terakhir di PTA Jakarta tanggal 26 Nopember 2007, pasal 34.)

Hasbi Ash Siddiqi, Pengantar Fiqih Muamalat,(Bulan Bintang: Jakarta, 1984), hlm.92

Ahmad AminHusyn, Seratus Tokoh Dalam Sejarah Islam, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006).

Abu Bakar Imam Taqiyuddin Bin Muhammad al- Husaini, Kifayah al- Akhyar, ( Bandung: PT al- Marif, tt).

Abu Bakar Iman Taqiyyudin Bin Muhammad al-Husaini, Kifayat al-Akhyar, terj.KH.Syarifuddin Anwar, 2007, (Surabaya: Bijna Iman, 2007).

UmamKhotibul, Penyelesaian Sengketa diluar Pengadilan, (Yogyakarta: Penerbit Pustaka Yustisia, 2010).

Aman Aly Muhibin, Mengenal Istilah Dan Rumus Fuqaha (Kediri, Madrasah Hidayatul Mubtadiin, 2002)

SabiqSayid, Fiqh al- Sunnah,(Dar al- Fiqir, 1987).

VagoSteven, Law and Society, New Jersey : Printice-Hall, 1988.

Asy-Syarbini Syekh Khotib dan syekh Mughnil Muhtaj, al-mugni almuhtaj fi sarhil minhaj juz 2 (Bairut; ad-darul kutub al-islamiyah).

ZuhailyWahbah, al- Fiqih al – Islami wa Adillatuhu, (Beirut: Dar al- Fikr al- Muashir, 2005), jilid IV.

Ghani AbdullahYusrin Abdul, Historiografi Islam Dari Klasik Hingga Modern, (Jakarta: PT Raja Grapindo Persada, 2004), cet. ke-1.
Published
2020-02-19