Peran ibu bekerja paruh waktu dalam menumbuhkan prestasi akademik anak di umur 6 tahun

  • Annisa Mawaddah Mutiara Sari, Khofifah, Betty Rachmadhany Universitas islam darul 'ulum lamongan
Keywords: Ibu Bekerja, Prestasi Akademik, Anak Usia Dini

Abstract

 

Abstract
This study aims to explore the role of mothers who work part-time in factories in supporting the academic achievement of young children, particularly at the age of six. Early childhood is considered a golden age—a critical period in a child's physical and psychological development, as it lays the foundation for their future growth. Mothers, as the first educators, play a crucial role in their children’s education, with a significant influence on their social and moral development. The family's economic needs, especially regarding educational expenses, often become the main driving factor for mothers to work. Although fathers are already working, their income is sometimes insufficient to meet all needs, prompting mothers to also enter the workforce. This study employs a qualitative approach using a case study method to examine the role of part-time factory-working mothers in accompanying the academic development of young children.
The findings reveal that mothers who work part-time still play an active role in supporting their children’s academic progress, particularly at the age of six. Despite limited time with their children, these mothers make use of their free time outside of work hours to engage in learning activities with their children, such as reading books, helping them understand school materials, discussing school topics, and sharing stories about daily life. This attention and support have a positive impact on the child’s motivation to learn. In terms of childcare, mothers use various strategies; some rely on help from family members like grandmothers, relatives, or neighbors, while others opt for hired caregivers. Nevertheless, mothers continue to monitor their children’s development and maintain communication with those involved in the caregiving process. Some mothers also recognize the importance of cognitive stimulation by spending time on educational play, bedtime storytelling, or asking about school activities. Such involvement helps develop children’s thinking skills, language, and social abilities. However, mothers admit that fatigue from work often affects the quality of interactions with their children. Still, they strive to compensate through simple gestures such as giving hugs, having relaxed conversations during dinner, or offering praise and encouragement to maintain a strong emotional connection.
Overall, this study shows that part-time working mothers can still play a vital role in the education of young children. With effective time management, strong communication, and ongoing care, mothers can make significant contributions to their children's academic growth and well-being. This demonstrates that mothers are capable of fulfilling dual roles—as income earners and learning companions—where the quality of the relationship matters more than the quantity of time spent together. Despite the demands of work, mothers remain the primary foundation for the moral, emotional, and social development of their children.

Keywords: part-time working mothers, early childhood, academic achievement, maternal role, chil care

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran ibu yang bekerja paruh waktu di pabrik dalam mendukung prestasi akademik anak usia dini, khususnya pada usia 6 tahun. Usia dini, adalah usia emas, dimama masa yang sangat penting dalam perkembangan fisik dan psikologis anak, karena membentuk dasar bagi pertumbuhan mereka di masa depan. Ibu, sebagai pendidik pertama, memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan anak, dengan pengaruh besar terhadap perkembangan sosial dan moral mereka. Kebutuhan ekonomi keluarga, khususnya dalam hal pembiayaan pendidikan anak, menjadi faktor pendorong utama bagi ibu untuk bekerja, meskipun ayah sudah bekerja tetapi kadang penghasilan masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan nya sehingga ibu pun ikut terjun dalam dunia kerja.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mendalami peran ibu yang bekerja paruh waktu di pabrik dalam mendampingi perkembangan akademik anak usia dini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang bekerja paruh waktu tetap berperan aktif dalam mendukung kemajuan akademik anak, terutama yang berusia 6 tahun. Meskipun waktu bersama anak terbatas, mereka memanfaatkan waktu luang di luar jam kerja untuk terlibat dalam aktivitas belajar anak, seperti membacakan buku, membantu memahami materi pelajaran, atau berdiskusi tentang topik-topik sekolah dan juga bercerita tentang kesehariannya.Perhatian dan dukungan tersebut memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar anak. Dalam pengasuhan anak, ada variasi strategi yang digunakan; sebagian ibu mengandalkan bantuan anggota keluarga seperti nenek atau kerabat atau tetangga. sementara lainnya memilih menggunakan jasa pengasuh. Meskipun demikian, ibu tetap memantau perkembangan anak dan menjaga komunikasi dengan pihak yang terlibat dalam pengasuhan. Beberapa ibu juga menyadari pentingnya stimulasi kognitif dengan meluangkan waktu untuk bermain edukatif, bercerita sebelum tidur, atau bertanya tentang kegiatan anak di sekolah. Keterlibatan ini membantu mengembangkan kemampuan berpikir, bahasa, dan sosial anak. Meski demikian, ibu mengakui bahwa kelelahan dari pekerjaan sering kali memengaruhi kualitas interaksi dengan anak, namun mereka berusaha untuk mengimbanginya dengan cara-cara sederhana, seperti memberikan pelukan, berbincang santai saat makan malam, atau memberikan pujian dan dorongan kepada anak untuk mempertahankan hubungan emosional yang kuat.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang bekerja paruh waktu tetap mampu memainkan peran penting dalam proses pendidikan anak usia dini. Dengan pengelolaan waktu yang baik, komunikasi yang efektif, dan kepedulian yang terus-menerus, ibu dapat memberikan kontribusi signifikan dalam perkembangan akademik dan kesejahteraan anak. Ini menunjukkan bahwa ibu dapat menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah dan pendamping belajar, dengan kualitas hubungan yang lebih penting daripada durasi waktu bersama. Meskipun berhadapan dengan tuntutan pekerjaan, ibu tetap menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan moral, emosi, dan sosial anak-anaknya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR PUSTAKA

Bekerja, Pada Ibu. “Psychological Well-Being Pada Ibu Bekerja” 4 (2024): 1544–55.
Bui, Maria Magdalena, Intan Puspitasari, Dwi Hastuti, and Iyan Sofyan. “Strategi Ibu Bekerja Dalam Menanamkan Kemandirian Pada Anak Usia 5-6 Tahun.” Aulad: Journal on Early Childhood 6, no. 3 (2023): 372–85. https://doi.org/10.31004/aulad.v6i3.542.
Dewani, Rahanayu Putri, and Olievia Prabandini Mulyana. “Konsep Diri Pada Adaptive Women Yang Memiliki Anak Usia Dini.” Character: Jurnal Penelitian Psikologi 3, no. 2 (2015): 1–8.
Fairuz Zahira, Daarin, Esya Anesty Mashudy, and Nenden Sundari. “Kajian Literatur: Perkembangan Sosial Anak Usia Dini Dengan Ibu Bekerja.” Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak 4, no. 1 (2023): 9–16. https://doi.org/10.47766/seulanga.v4i1.1064.
Hendriani, Aliffia Syahirah; Wiwin. “Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental Strategi Work-Life Balance Pada Ibu Bekerja Yang Memiliki Anak Usia Prasekolah.” BRPKM Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental X (2023): 1–10. http://e-journal.unair.ac.id/index.php/BRPKM.
Mudarlis, Yusri. “Hakikat Anak Usia Dini Yusri Mudarlis 22355048 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini , Fakultas Ilmu Pendidikan , Universitas Negeri Padang.” Jurnal Paud Agapedia 3, no. 1 (2020).
No, Vol. “TIDAK BEKERJA TERHADAP PERILAKU SOSIAL ANAK USIA DINI” 9, no. 1 (2025).
Norma Gita, Tita, Nurbiana Dhieni, and Sri Wulan. “Kemandirian Anak Usia Usia 5-6 Tahun Dengan Ibunya Yang Bekerja Paruh Waktu.” Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6, no. 4 (2022): 2735–44. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i4.1032.
Putrihapsari, Raras, Puji Yanti Fauziah, Program Studi, Pendidikan Luar, Universitas Negeri Yogyakarta, Jalan Colombo No, and Karang Malang. “Manajemen Pengasuhan Anak Usia Dini Pada Ibu Yang Bekerja : Sebuah Studi Literatur Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini , Universitas Negeri Yogyakarta 1 Childcare Management Of Working Mothers :” Jurnal Ilmiah PTK PNF 15, no. 2 (2020): 127–36.
Rizka Fadliah Nur. “POLA ASUH IBU TUNGGAL DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN SOSIAL ANAK USIA DINI (Studi Deskriptif Pada Anak Usia 4 - 6 Tahun).” Musawa: Journal for Gender Studies 13, no. 1 (2021): 82–105. https://doi.org/10.24239/msw.v13i1.741.
Sukatin, Sukatin, Nurul Chofifah, Turiyana Turiyana, Mutia Rahma Paradise, Mawada Azkia, and Saidah Nurul Ummah. “Analisis Perkembangan Emosi Anak Usia Dini.” Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini 5, no. 2 (2020): 77–90. https://doi.org/10.14421/jga.2020.52-05.
Wahyuni, Fitri, and Suci Midsyahri Azizah. “Bermain Dan Belajar Pada Anak Usia Dini.” Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan 15, no. 01 (2020): 161–79. https://doi.org/10.37680/adabiya.v15i01.257.
Yunita, Rosana Dewi. “Dilema Ibu Bekerja.” Jurnal Ilmiah Psikologi 3, no. l (2017): 7–12. https://journals.ums.ac.id/index.php/indigenous/article/view/4292/2725.
Published
2025-12-29
How to Cite
Annisa Mawaddah Mutiara Sari, Khofifah, Betty Rachmadhany. 2025. “Peran Ibu Bekerja Paruh Waktu Dalam Menumbuhkan Prestasi Akademik Anak Di Umur 6 Tahun”. Azzahra: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 7 (2), 91-105. https://ejournal.staidarussalamlampung.ac.id/index.php/azzahra/article/view/792.
Section
Articles