PEMIKIRAN IBNU KHLDUN TENTANG PENDIDIKAN DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN DUNIA MODERN

  • AL Manaf Magister UIN Suka Yogyakarta

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Ibnu Khaldun terhadap pendidikan kemudian relevansinya terhadap pendidikan dunia modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (Library Research) kemudian menganalisis sumber-sumber yang dikumpulkan dan disimpulkan dalam makalah. Hasil dari makalah ini yaitu membahas tentang beberapa kategori diantaranya biografi singkat ibnu Khaldun Nama Lengkap Ibnu Khaldun ialah Abdul Al Rahman Ibnu Muhammad ibnu Muhammad ibn Abi Bakr Muhammad ibn al-Hasan Ibnu Khaldun. Ia dikenal dengan sapaan Ibnu Khaldun dan dijuluki sebagai bapak sosiolog. Beliau juga berpendapat bahwa pendidikan bukan hanya proses belajar mengajar yang dibatasi oleh ruang dan waktu, akan tetapi pendidikan merupakan proses dimana para peserta didik mampu menghayati, menyerap bahkan menangkap dari pristiwa-peristiwa alam sepanjang zaman. Maka dari itu, beliau menegaskan bahwa ilmu dan pendidikan merupakan gejala sosial yang menjadi ciri khas jenis insani. Pemikiran Ibnu Khaldun juga sangat relevan dengan pendidikan modern jika ditinjau dari berbagai aspek yaitu pendidik, metode pembelajaran, kurikulum dan tujuan pendidikan.

 

Kata Kunci: Pendidikan Ibnu Khaldun,Pendidikan Modern, Relevansi.

This study aims to analyze the thought of Ibn Khaldun on education and its relevance to the education of the modern world. This study uses a qualitative approach (Library Research) and then analyzes the sources collected and concluded in the paper. The results of this paper are discussing several categories including a brief biography of Ibn Khaldun Ibn Khaldun's Full Name is Abdul Al Rahman Ibnu Muhammad ibn Muhammad ibn Abi Bakr Muhammad ibn al-Hasan Ibnu Khaldun. He is known by the greeting of Ibn Khaldun and nicknamed as the father of sociologists. He also believes that education is not only a process of teaching and learning that is limited by space and time, but education is a process where students are able to live, absorb and even capture from natural events throughout the ages. Therefore, he asserted that science and education are social phenomena that characterize human types. Ibn Khaldun's thoughts are also very relevant to modern education when viewed from various aspects, namely educators, learning methods, curriculum and educational goals.

 

Keywords: Ibn Khaldun Education, Modern Education, Relevance.

References

Iqbal, Abu Muhammad. 2015. Pemikiran Pendidikan Islam. Yogykarta: Pustaka pelajar.
Abdurrahman, Al-alamah. Mukaddimah Ibnu Khaldun. Jakarta:Pustaka Alkautsar
Hasyim, Hafidz. 2010. “Watak Peradaban Dalam Epistemologi Ibnu Khaldun”. Jurnal Humaniora. 22(3): 340.
Fatawi Izzul. 2015. “Problemmatika Pendidikan Islam Modern”. Jurnal Pendidikan. 7(2): 270-279.
Arif, Mukhrizal. 2016. Pendidikan Pos Modernisme (telaah kritis pemikiran tokoh pendidikan). Yogyakarta: Arruz Media.
Zaim, Muhammad. 2016. “Studi Pemikiran Ibnu Khaldun Perspektif Sosio-Progresif”. Jurnal Muallimuna 1(2): 92-93.
Barid, Muhammad. 2015. “Pendidikan Ideal Menurut Ibnu Khaldun Dalam Muqaddimah”. Jurnal Lentera 1(2): 276.
Nahrawi, Mohammad. 2018. “Konsep Pendidikan Islam Dalam Perspektif Ibnu Khaldun”. Jurnal Falsafah 9 (2): 79.
Rohmah, Siti. 2012. “Relevansi Konsep Pendidikan Islam Ibnu Khaldun Dengan Pendidikan Modern” Jurnal Forum Tarbiyah 10 (2): 270.
Suharto, Toto. 2016. Filsafat Pendidikan Islam. Yogyakarta: Arruz Media.
Sunhaji. 2015. “Konsep Pendidikan Islam Menurut Ibnu Khaldun” Jurnal Insania 20 (2): 156.
Aziz, Safruddin. 2015. Pemikiran Pendidikan Islam. Yogyakarta: Kalimedia.
Published
2020-05-05
How to Cite
AL Manaf. 2020. “PEMIKIRAN IBNU KHLDUN TENTANG PENDIDIKAN DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN DUNIA MODERN”. As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam & Pendidikan 9 (1), 77-92. http://ejournal.staidarussalamlampung.ac.id/index.php/assalam/article/view/116.