KEMAMPUAN MENULIS WACANA NARATIF
Abstract
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah kemampuan menulis wacana naratif. Hal – hal yang dianalisis meliputi: (1) Isi Gagasan yang dikemukakan, (2) Organisasi Isi, (3) Tata Bahasa, (4) Gaya : Pilihan Struktur dan Kosa Kata, (5) Ejaan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran secara faktual mengenai tingkat kemampuan menulis wacana naratif , Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, penulis menggunakan metode: Kualitatif, yaitu dengan cara memggambarkan serta menganalisis kemampuan membuat wacana naratif siswa berdasarkan pada kaida bahasa indonesia yang baik dan benar serta sesuai dengan kaidah penulisan wacana naratif yang baik terutama dalam penggunaan wacana naratif siswa
Downloads
References
Chaer, Abdul. (2007). Lingustik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Depdiknas : 2003. Analisis Pendidikan Debdikbut. jakarta.
Djajasudarma, T. Fatimah. (2006) Wacana (Pemahaman Dan Hubungan
Antarunsur). Bandung: Refik Aditama.
Finoza, Lamuddin. (2009). Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Diksi Insan
Mulia.
Keraf, Gorys. (2007). Argumintasi Dan Narasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama.
Kholis, Nur. 2017. Penggunaan Model Pembelajaran Numbered Head Together Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Iqro' Vol 2 No 1
Muclich, Mansur. (2007). KTSP Dasar Pemahaman Dan Pengembangan.
Malang: Bumi Aksara.
Nurgiantoro, burhan. (2001). Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia dan
Sastra. Yogyakarta: BPFE: Yogyakarta.
Rosidi, Imron. (2008). Menulis Siapa takut. Yogyakarta: Kansius
Sudaryat, Yayat. (2009). Makna Dalam Wacana. Bandung: Yrama Widya.
Surastina. (2010). Psiko Linguistik. Yogyakarta: Paradigma Indonesia.
Tariga. G Henry.(2009) Menulis Sebagai Suatu Keterampilan berbahasa.
Bandung: Angkasa.