PENDAMPINGAN PEMAHAMAN DAN PENGAMALAN FIQH SYAFI’I DALAM PRAKTIK IBADAH MASYARAKAT: STUDI PENGABDIAN DI TERENGGANU

  • Ahmad Zikri Universitas Islam Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru , Indonesia
  • Nurrahmi Institut Agama Islam Lukman Edy, Pekanbaru, Indonesia
  • Jamaluddin Universitas Islam Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru , Indonesia
  • Syamsurizal Universitas Islam Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru , Indonesia
  • Dhiya Dwi Afifah Universitas Islam Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru , Indonesia
Kata Kunci: Fiqh Syafi’i, pendampingan keagamaan, Service Learning, moderasi beragama, masyarakat Terengganu

Abstrak

Pendampingan pemahaman dan pengamalan fiqh Syafi’i di Masjid Pasir Minal, Terengganu, dilakukan untuk memperkuat praktik ibadah masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan yang moderat dan kontekstual. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi fiqh ibadah yang bersandar pada sanad keilmuan melalui pengajian rutin, diskusi interaktif, pendampingan praktik ibadah, dan dialog keagamaan. Metode Service Learning digunakan untuk melibatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, refleksi, dan evaluasi kegiatan. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat terhadap fiqh Syafi’i, penguatan peran tokoh agama sebagai pendamping keilmuan, serta berkembangnya sikap moderat dan toleran dalam menyikapi perbedaan praktik keagamaan. Generasi muda juga memperoleh manfaat melalui peningkatan literasi keagamaan untuk menyaring informasi digital secara kritis. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif terhadap penguatan identitas keagamaan berbasis Mazhab Syafi’i serta memperkuat harmoni sosial masyarakat. Rekomendasi yang diberikan adalah perlunya keberlanjutan program kajian fiqh, peningkatan kolaborasi antara lembaga pendidikan dan masjid, serta pengembangan modul fiqh kontekstual bagi generasi muda.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Abdullah, W. (2018). Tradisi fiqh Syafi’i dalam kehidupan sosial masyarakat Melayu Terengganu. Kuala Terengganu: Penerbit Universiti Malaysia Terengganu.

Akhyar, M., Zukdi, I., & Deliani, N. (2024). Value-based leadership of islamic education teachers and its role in disciplinary religious practice formation: A qualitative case study in an indonesian public school. Jurnal Pendidikan Islam.

Aliani, S. O., Alam, Md. S., Rofiq, A., & Srinio, F. (2023). The role of islamic religious counselors in providing religious understanding of ta”lim councils in minority areas.

Asrin, A. (2024). Islamic education in non formal institutions: The role of majelis taklim based on indonesian local wisdom.

Awang, A., Mat, A. C., Musa, R., & Ghani, R. A. (2023). The Effects Of Islamic Education On Religiosity Among Muallaf Students In Malaysia. Journal Of Nusantara Studies (Jonus).

Bz, Z., Nuzulah, F., Muarifah, L., Zakiyah, Z. U., Ummah, W. R., Alfina, A., & Rozikin, D. A. (2024). Teacher mentoring to enhance quran reading skills using card-shot hijaiyah letter media at islamic education of quran.

Daud, W. M. N. W. (2015). Syafi’i fiqh and Malay society: Continuity and adaptation. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Fadli, A. (2021). Memahami desain penelitian kualitatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Geertz, C. (1960). The religion of Java. Chicago: University of Chicago Press.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. New York: Basic Books.

Hamat, M. F. (2019). Mazhab Syafi‘i dan dinamikanya dalam kehidupan sosial masyarakat Melayu. Jurnal Usuluddin, 47(1), 55–78.

Hamid, A. F. A. (2015). Challenges of Shafi‘i jurisprudence in contemporary Malaysia. Journal of Islamic Studies, 26(2), 211–230.

Hasan, A. (2015). Pengaruh mazhab Syafi’i dalam tradisi keagamaan di Malaysia. Jurnal Syariah, 23(2), 145–163.

Hasan, Z. (2018). Shariah governance and Shafi’i influence in Malaysia. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 11(2), 182–198.

Hashim, R. (2017). Islamic education in Malaysia: The strengths and weaknesses. Journal of Islamic Studies, 28(3), 325–345.

Ibrahim, M., Islam, S., Zohriah, O., & Azid, M. (2024). Addressing contemporary ethical and moral issues through islamic education.

Inayati, E. S., Faiza, G. R., & Dewi, W. S. (2024). Consultative leadership and ethical governance in non-formal islamic education: A case study of musyawarah practice.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Los Angeles: SAGE.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moslimany, R., Otaibi, A., & Shaikh, F. (2024). Designing a holistic curriculum: Challenges and opportunities in islamic education.

Nurhayani, N., Sulistiani, I., Syarifuddin, Hoesny, R., & Maulia, S. T. (2024). Development of islamic religious education learning modules based on local wisdom. IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education).

Omar, M. N. (2022). Shafi‘i jurisprudence and contemporary Muslim society in Malaysia. Malaysian Journal of Islamic Studies, 40(3), 67–89.

Salleh, M. S. (2013). Pengamalan mazhab Syafi’i dalam kehidupan seharian masyarakat Melayu. Jurnal Syariah, 21(1), 45–62.

Setiyadi, A. C., & Aris, S. M. (2023). Analysis Of The Permissibility Of Bai” Al-”Inah Transactions According To The Shafi”I School Of Thought And Its Implementation In Malaysia.

Sholeh, M. I. (2023). Evaluation and monitoring of islamic education learning management in efforts to improve education quality. Journal Of Community Service.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

The implementation of integrated islamic education (IIE) in malaysian islamic religious secondary schools from education administrators perspectives. (2024).

Tim Penulis MAIDAM. (2022). Manual pengajian fiqh Syafi’i. Kuala Terengganu: Majlis Agama Islam dan Adat Melayu Terengganu.

Diterbitkan
2026-10-13
Bagian
ARTIKELsssasas