FESTIVAL LENTERA MELAYU SEBAGAI MEDIA EDUKASI DAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL BERBASIS PARTISIPASI KOMUNITAS

  • Rio Fernandez Tamba Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
  • Juni Anggraini Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
  • Ahmad Nazmi Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
  • Lamhot Basani Sihombing Universitas Negeri Medan
Kata Kunci: Kata Kunci: Festival Budaya; Pelestarian Budaya; Partisipasi Masyarakat; Budaya Melayu; Pendidikan Budaya

Abstrak

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran festival budaya sebagai sarana pendidikan budaya dan pelestarian budaya lokal melalui pendekatan berbasis masyarakat, yang diwujudkan dalam Festival Lentera Melayu di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, pada tanggal 10 Agustus 2025. Program ini digagas sebagai respons terhadap menurunnya praktik dan pewarisan nilai-nilai budaya Melayu—khususnya di kalangan generasi muda—serta kurangnya ruang pembelajaran budaya yang partisipatif. Dengan menggunakan metode deskriptif partisipatif, masyarakat dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan program, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, koordinasi, pelaksanaan festival, hingga evaluasi keberlanjutan

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan budaya, tumbuhnya kesadaran serta rasa memiliki terhadap warisan budaya Melayu, dan penguatan fungsi festival sebagai ruang pembelajaran berbasis pengalaman. Lebih dari sekadar aspek seremonial, Festival Lentera Melayu menjadi wadah bagi pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya yang berkelanjutan. Kegiatan ini menyoroti efektivitas festival budaya berbasis masyarakat dalam menumbuhkan keterlibatan budaya serta menawarkan model potensial bagi inisiatif pelestarian budaya di tingkat lokal.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Agus, O. :, Karmadi, D., Subdin, K., Dinas, K., Dan K, P., & Tengah, J. (n.d.). BUDAYA LOKAL SEBAGAI WARISAN BUDAYA DAN UPAYA PELESTARIANNYA * ).

Blanchflower, T. (2018). Leavy, P. (2017). Research Design: Quantitative, Qualitative, Mixed Methods, Arts‐Based, and Community‐Based Participatory Research Approaches. New York, NY: The Guilford Press. ISBN 9781462514380. 300 pp. (Paperback). Family and Consumer Sciences Research Journal, 47, 101–102. https://doi.org/10.1111/fcsr.12276

Hardiyanto, F. (n.d.). Analisis Pengaruh Festival Budaya dan Seni di Kabupaten Cirebon terhadap Peningkatan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Studi Kasus Festival Talun Ngangeni Cirebon). In INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Vol. 6, Number 2).

Kajian Pariwisata, J., Basuki, E. A., Reva, F., & Welly, A. (2025). PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PEMANDU MUSEUM SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGALAMAN PENGUNJUNG DI MUSEUM KOTA LAMA SEMARANG. 4. https://doi.org/10.34833/panorama.v1i1.1395

Matos, J. F., Freitas, A., Estrela, E., Galego, C., & Piedade, J. (2023). Teaching Research Methods Courses in Education: Towards a Research-Based Culture. Social Sciences, 12(6). https://doi.org/10.3390/socsci12060338

Moayerian, N., McGehee, N., & Stephenson, M. (2022). Community cultural development: Exploring the connections between collective art making, capacity building and sustainable community-based tourism. Annals of Tourism Research, 93, 103355. https://doi.org/10.1016/j.annals.2022.103355

Nursaptini, O. :, Widodo, A., Novitasari, S., & Pajarungi Anar, A. (n.d.). FESTIVAL BAU NYALE SEBAGAI PENGENALAN DAN PELESTARIAN BUDAYA.

Robiatul, S., Iai, A., & Jember, A.-Q. (n.d.). Kontruksi Makna Kuasa Melalui Festival Budaya.

Romadhan, M. I. (n.d.). Mohammad Insan Romadhan MetaCommunication; Journal Of Communication Studies MEMBANGUN CITRA BUDAYA MASYARAKAT SUMENEP MELALUI FESTIVAL MUSIK TONG-TONG.

Suryani, L. (2023). Modal Sosial Dalam Pengelolaan Festival Budaya Yang Berkelanjutan (Studi Kasus Festival …-842 JIGE 4 (2) (2023) 842-853 MODAL SOSIAL DALAM PENGELOLAAN FESTIVAL BUDAYA YANG BERKELANJUTAN (STUDI KASUS FESTIVAL KAMPUNG CEMPLUK).

Tamba, R. F. (2022). Culture Ministry Meeting G20 Cultural Carnival as an Introduction to the Value of Borobudur Temple Relief. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 6(2), 345. https://doi.org/10.24114/gondang.v6i2.40186

Triwardani, R., & Rochayanti, C. (n.d.). IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DESA BUDAYA DALAM UPAYA PELESTARIAN BUDAYA LOKAL. Retrieved www.jurnal.unitri.ac.id

Wahyu Indro Widodo, & Profita Aznam, A. F. (2025). Inovasi Paket Wisata dan Strategi Promosi Digital Berbasis Komunitas di Desa Wisata Donokerto, Sleman. Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi, 4(3), 186–196. https://doi.org/10.54099/jpma.v4i3.1463

Widartono MR, & Rahman T. (2024). Manajemen Event Kolaboratif Festival Sindoro Sumbing 2019 dalam Melestarikan Budaya Lokal di Kabupaten Temanggung. Proceedings of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference, 401–407.

Diterbitkan
2026-10-13
Bagian
ARTIKELsssasas