MODEL PEMBINAAN AKHLAK BERBASIS PENDEKATAN TASAWUF UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI MORAL REMAJA DI SMK DARUL HIDAYAH

  • Damanhuri Damanhuri STAI Darussalam Lampung
  • Nur Indah Sari STAI Darussalam Lampung
  • Ahmad Ardiyansyah STAI Darussalam Lampung
  • Muhammad Gus Nur Wahid STAI Darussalam Lampung
Kata Kunci: Pendidikan berbasis tasawuf, resiliensi moral, pembinaan akhlak, perilaku remaja, pendekatan partisipatif

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model pembinaan akhlak berbasis pendekatan tasawuf guna meningkatkan resiliensi moral remaja di SMK Darul Hidayah; kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan metode pendampingan terstruktur, praktik reflektif (muhasabah), pembiasaan spiritual (dzikir), diskusi kelompok, serta evaluasi berkelanjutan yang melibatkan siswa dan guru; hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesadaran diri, pengendalian emosi, kedisiplinan, serta kemampuan pengambilan keputusan moral siswa yang tercermin dalam perilaku yang lebih bertanggung jawab, santun, dan etis di lingkungan sekolah maupun sosial; penelitian ini memberikan kontribusi berupa model pembinaan akhlak berbasis tasawuf yang aplikatif dan dapat direplikasi dengan mengintegrasikan nilai spiritual dan pendidikan karakter modern, sehingga menjadi kerangka praktis dalam penguatan moral remaja di lingkungan pendidikan vokasi.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Al-Ghazali. (2010). Ihya’ Ulum al-Din: The Revival of Religious Sciences. Beirut: Dar al-Kotob al-Ilmiyah.

Hidayat, R. (2022). Pendidikan karakter berbasis spiritual: Strategi membangun resiliensi moral remaja. Jurnal Pendidikan Islam, 15(2), 45–62.

Hibatullah, L., & Qomarudin, A. (2021). Pemikiran Fazlur Rahman (Pragmatis-Instrumental) tentang pendidikan dan relevansinya dengan dunia modern. As-Sabiqun: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(1), 29–41.

Mushofa, M., Iqbal, R., & Noor, A. (2025). Pengaruh praktik tasawuf terhadap kontrol diri remaja: Studi di sekolah menengah. Jurnal Psikologi Islam, 10(1), 55–72.

Nasiruddin, F., & Nurhasanah, S. (2025). Pendidikan karakter berbasis spiritual dan pembentukan empati remaja. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2), 101–120.

Sari, D. (2021). Refleksi diri dan pengembangan kesadaran moral pada remaja: Pendekatan pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 14(1), 12–28.

Wibowo, A. (2021). Pengabdian kepada masyarakat sebagai kontribusi dosen dalam pendidikan karakter. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 33–47.

Madjid, N. (2002). Manusia Modern Mendamba Allah: Renungan Tasawuf Positif. Jakarta: IIMaN & Hikmah.

Rakhmat, J. (1989). Alternatif Islam. Bandung: Mizan.

Ikhwan, M. (2019). Ulama dan konservatisme Islam publik di Bandung: Islam, politik identitas, dan tantangan hubungan horisontal. Dalam I. Burdah, N. Kailani, & M. Ikhwan (Eds.), Ulama, Politik, dan Narasi Kebangsaan. Yogyakarta: PusPIDeP.

Kamba, M. N. (2018). Kids Zaman Sekarang Menemukan Kembali Islam. Tangerang Selatan: Pustaka IIMaN.

Marchlewska, M., Cichocka, A., Łozowski, F., Górska, P., & Winiewski, M. (2019). Mencari musuh imajiner: Narsisme kolektif Katolik dan dukungan terhadap kepercayaan konspirasi gender. Jurnal Psikologi Sosial, 159(6), 766–779.

Cichocka, A. (2016). Memahami sikap positif defensif dan aman dalam kelompok: Peran narsisme kolektif. Tinjauan Psikologi Sosial Eropa, 27(1), 283–317.

Miller, A. E., & Josephs, L. (2009). Keputihan sebagai narsisme patologis. Psikoanalisis Kontemporer, 45(1), 93–119

Diterbitkan
2026-04-24
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##